Kamis, 19 April 2012

Memperpanjang STNK (5 Tahunan)

Saya ingin menceritakan mengenai apa saja tahap yang saya lalui ketika memperpanjang STNK. Ini baru pertama kalinya bagi saya memperpanjang STNK sendiri (Biasanya yang ngurus bapak saya). STNK sepeda motor saya habis pada 9 April 2012 dan saya harus perbarui plat nomornya karena di plat motor saya tertulis masa berlakunya "04.2012". Sepeda motor ada di Bandung, karena itu saya meminta bantuan cek fisik di Samsat Pusat Bandung yang berada di jalan Soekarno-Hatta pada tanggal 5 April 2012. Disana, saya sama sekali tidak dipungut biaya sedikitpun hingga semua prosesnya selesai (paling hanya bayar Rp1000 sama tukang parkir). Kira-kira hanya memakan waktu 40 menit.
"Jadi, bila kendaraan berada diluar kota, maka cek fisik kendaraan dapat dilakukan di Samsat mana saja."
Untuk cek fisik memang bisa dilakukan di Samsat mana saja, namun untuk mengurus STNKnya tetap saja masih harus di Samsat tempat asal kendaraan tersebut. Artinya, saya harus mengurus perpanjangan STNK di Slawi (Tegal), namun cek fisik bisa dilakukan di Samsat mana saja.

Tanggal 9 April 2012, saya pergi ke Samsat Slawi. Yang harus saya lakukan adalah memfotokopi buku BPKB dan KTP. Setelah itu semua berkas yang dibutuhkan dimasukkan ke dalam map merah (Map merah untuk sepeda motor sedangkan map biru untuk mobil). Kemudian saya disuruh legalisir cek fisik terlebih dahulu. Dibagian legalisir itu, saya dikenai biaya Rp25.000,00. Saya mencoba bertanya, ini biaya untuk apa, kemudian pak polisi menjawab "Ini uang untuk legalisir cek fisik". Namun setelah pembayaran dilakukan, tidak ada semacam kuitansi yang diberikan pada saya sebagai tanda saya sudah membayar uang legalisir dan untuk apa saya membayar uang tersebut.

Kemudian saya ke loket pengambilan formulir. Setelah formulir saya dapatkan, saya ke loket pendaftaran. Di loket pendaftaran saya kembali dipungut biaya Rp10.000,00, kata pak polisi itu untuk duplikat. Saya kurang mengerti duplikat apa yang dimaksud. Karena antrean ramai sekali, saya tidak enak bila menanyakan lebih jauh mengenai duplikat yang dimaksud. Lagi-lagi saya tidak mendapatkan semacam kuitansi yang membuktikan bahwa saya telah membayar dan untuk apa saya membayar. Kemudian saya diberi nomor antrean untuk membayar di loket pembayaran.

Setelah nomor saya dipanggil, saya menuju ke loket pembayaran untuk membayarkan biaya yang rinciannya ada pada STNK. Pada rincian, saya harus membayar Rp269.500,00. Saya membayar Rp270.000,00, namun saya tidak diberi kembalian Rp500,00. Kecil memang, namun bila ada ratusan orang tiap hari seperti saya yang tidak diberi kembalian, katakanlah misalnya ada 200 orang, maka ada 200 x Rp500,00 = Rp1.000.000,00 yang masuk ke Samsat. Wow...
Saya sering kesal, kalau ke supermarket, saya mendapatkan kembalian Rp500,00 dalam bentuk permen. Saya selalu mengatakan, kalau begitu saya akan kumpulkan permennya dan suatu saat akan saya tukar ke bentuk uang di supermarket itu tapi pihak supermarket selalu tidak mau. TAPI, setidaknya ada sih upaya untuk memberikan kembalian. Tapi kalau di Samsat Slawi malah tidak diberi kembalian sama sekali.

Kemudian saya kembali mengantri untuk mendapatkan plat nomer dan STNKnya. Saat nomor saya dipanggil, saya menuju ke loket pengambilan. Disitu saya kembali dipungut biaya Rp10.000, katanya untuk biaya pembuatan plat nomor. Tidak ada kuitansi yang saya terima sebagai bukti saya sudah membayar dan untuk apa saya membayar.

Selesai sudah semua proses. Kira-kira memakan waktu 1 jam.
Saran saya sebaiknya urus perpanjangan STNK sendiri karena waktu 1 jam tidak terlalu lama sebenarnya.
Jangan lewat CALO!

Jujur saja, bukan maksud saya menuduh adanya pungli dari semua proses yang dilakukan. Namun faktanya, di Indonesia memang kerap terjadi praktik pungli. Saya memang tidak mengerti betul, apakah biaya-biaya yang saya bayarkan tersebut memang resmi secara undang-undang atau tidak (maksudnya adalah biaya yang saya bayarkan diluar loket pembayaran).

Mengapa saya merasa aneh? Justru saat itu pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah :
"Mengapa semua biaya yang harus saya bayarkan tidak dijadikan satu saja di loket pembayaran?"
dan pertanyaan berikutnya adalah:
"Mengapa biaya-biaya tersebut tidak ada sama sekali kuitansinya dan rinciannya untuk apa saya membayar uang tersebut?"
Padahal bila kita parkir kendaraan saja seharusnya kita diberi karcis yang tertera biaya parkir dan ada nomor serinya untuk mencegah pemalsuan karcis parkir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saya mencoba mencari situs resmi Samsat di google, namun ternyata tidak ada.
(saya tadinya berharap ada samsat.gov.id atau samsat.co.id)
Atau mungkin karena samsat itu sifatnya lokal ya, jadi tidak ada situs website samsat nasional, hehe...
I don't know..
Saya ingin bertanya langsung untuk mengklarifikasi biaya-biaya yang harus saya bayarkan tadi untuk memastikan itu bukan pungli.

Sampai sekarang saya masih bingung harus bertanya pada siapa, ada yang bisa bantu???

Saya juga tidak tahu, apakah hal-hal yang saya ceritakan itu juga terjadi di Samsat lain.

- Indonesia Bebas Korupsi -

Reaksi:

1 komentar:

R Prasetio mengatakan...

saya juga tuh kang..

bayar biaya cek fisik nya sama orang yang bukan dari samsat cuma pke rompi cek visik bayar 5000.pada cuma di gesek doang ga lebih dari 10 menit.

trus adm cek visik nya 25 ribu...mbuh duite mlebu maring endi.

Poskan Komentar

Saya sangat mengharapkan kritik, saran, atau opini anda... Terima Kasih...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes