Kamis, 31 Mei 2012

Sembuh dari Phobia Social

Apakah anda memiliki phobia pada hal tertentu?

Saya akan menceritakan mengenai phobia yang saya miliki dan bagaimana saya sembuh dari phobia itu. Sebelumnya saya akan menceritakan gambaran diri saya. Dulu, saya termasuk orang yang pendiam, saya hanya mengobrol dengan orang yang memang saya kenal baik. Karena itu tidak aneh saat saya SMP & SMA, saya pada umumnya hanya mengenal orang-orang yang sekelas dengan saya. Bahkan untuk mengenal seluruh teman dalam 1 kelas, saya bisa membutuhkan waktu 6-9 bulan. Tidak aneh pula bagi saya ketika terkadang saya dibilang sombong. Tapi ada juga yang bilang saya justru cool saking pendiamnya, haha..

Tapi sebelum saya menceritakan mengenai ini, mungkin tidak banyak yang tahu mengapa saya begitu. Bahkan dulu saya juga tidak tahu mengapa diri saya sulit sekali untuk berkenalan dengan orang baru. Dan anehnya, saat SMA, setap kali ada tugas presentasi, saya benar-benar panik setengah mati! Padahal ibu guru cuma baru bilang kalau nanti di akhir semester ada presentasi, namun di awal semester saya sudah lemas membayangkannya. Perasaan saya benar-benar tidak enak dan tidak nyaman. Rasanya pengen pindah ke sekolah yang nggak pakai tugas presentasi. Dan tahukan anda? Dulu ketika saya presentasi, saya amat sangat panik sekali, keringat bercucuran, seluruh tubuh gemetaran, alhasil bahkan saya sampai tidak tahu apa yang sedang saya bicarakan karena mulut saya berbicara namun pikiran saya justru merasakan ketakutan yang amat sangat.

Dulu, waktu saya TK, saya itu percaya diri setengah mati, setiap ada lomba saya ikuti, begitu juga saat di sekolah dasar. Ketika tampil di depan umum, justru saya merasa senang dan bangga. Saya merasakan kalau terjadi sesuatu yang berbeda pada diri saya ketika kelas 5 SD. Saya tidak terlau ingat, tapi pokoknya saya disuruh maju ke depan (kalau tidak salah untuk menyanyikan lagu nasional). Dan itulah pertama kalinya saya ketakutan. Saat kelas 6 SD, saya diminta guru saya untuk memberikan sambutan pada saat pelepasan siswa angkatan saya sendiri, dan saat itupun saya merasakan begitu ketakutan saat berada di depan hadirin.

Entahlah, saya sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba saya seperti itu. Berawal dari situ, saya merasa semakin tidak percaya diri bila harus tampil dihadapan umum. Sehingga saya lebih memilih agar saya tidak mengundang perhatian orang lain. Saat SMP dan SMA, perasaan itu tetap ada di benak saya dan begitu mengganggu saya. Di satu sisi, sungguh sebenarnya saya ingin sekali memiliki banyak teman, namun ada perasaan yang sulit dijelaskan yang membuat saya lebih memilih untuk diam sehingga sulit sekali bagi saya untuk mengenal orang lain.

Saat kelas 3 SMA, ada tes presentasi menggunakan bahasa inggris di depan kelas, dan saya gagal sehingga saya disuruh untuk mengulang lagi setelah semua murid maju presentasi. Saya sudah menghafalkan mati-matian apa yang akan saya presentasikan, dan begitu berada di depan, semua kata-kata itu lenyap, menguap, dan yang ada dipikiran berubah menjadi ketakutan yang tidak jelas apa penyebabnya.

Perasaan takut itu begitu unik, tubuh, tangan, dan kaki saya gemetaran tanpa bisa saya kendalikan sedikitpun. Bahkan saya kurang mengerti dengan apa yang saya takutkan.

Ketika itu saya menceritakan masalah yang saya alami pada orang tua dan saya bilang bahwa saya ingin ikut hipnoterapi setelah melihat acara televisi yang dibawakan Romi Rafael. Romi Rafael mampu menghilangkan ketakutan seseorang dalam sekejab. Saya ingin sekali sembuh dari ketakutan ini karena saya berpikir bahwa nantinya ketika kuliah, tentu akan jauh lebih banyak presentasi-presentasi di depan kelas. Maka, orang tua saya mencari-cari hipnoterapis, dan akhirnya kami menemukan hipnoterapis yang ada di Semarang. Sebenarnya ia adalah dokter spesialis kejiwaan (psikeater) namun ia juga mendalami ilmu hipnotis untuk memberikan hipnoterapi pada pasiennya.

Ketika bertemu dengan dokter tersebut, saya dinyatakan menderita phobia social. Apa itu? 
Phobia social merupakan suatu bentuk ketakutan yang tidak masuk akal akan penghinaan publik atau malu. Orang dengan phobia social mungkin menghindari melakukan kegiatan di masyarakat misalnya berbicara di depan publik. Mereka merasa takut bila orang yang tidak mereka kenal itu menghakimi mereka dan menyebabkan kecemasan. Paling umum phobia social berkembang antara awal masa remaja sampai usia 25 tahun (Schneier et al., 1992).
Setelah mengetahui bahwa saya mengidap phobia social, saya meminta sang dokter untuk melakukan hipnoterapi. Namun, dalam waktu seminggu dari saat itu, saya akan pergi ke Bandung untuk mengikuti USM-2 ITB. Kemudian dokter itu menjelaskan, bahwa memang bisa saja ia menghipnotis saya saat itu dan menghilangkan phobia social saya saat itu juga, namun efek itu hanyalah bersifat sementara. Untuk menghilangkan phobia social di kemudian hari, tidak bisa hanya dilakukan dengan sekali terapi saja, karena memprogram ulang apa yang ada di batin bawah sadar tidak semudah membalik telapak tangan. Sehingga saya akan perlu  melakukan beberapa terapi. Karena tidak mungkin bila saya nantinya harus bolak-balik Bandung-Semarang untuk melakukan terapi, saya dirujuk pada kenalan dokter itu yang ada di Bandung. Ia juga seorang dokter kejiwaan yang juga mendalami hipnoterapi.

Setelah saya sampai Bandung, saya datang ke dokter yang dirujuk itu. Saya berharap saya akan dihipnotis dan dibuat tertidur karena dari dulu saya penasaran sekali ingin tahu rasanya dihipnotis sampai tertidur itu seperti apa. Tapi ternyata saya tidak dibuat tertidur. Saya hanya menceritakan masalah yang saya hadapi dan disuruh mencoba mengingat-ingat apa penyebab saya menjadi memiliki phobia social karena seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya bahwa ketika saya kecil faktanya saya justru suka tampil di depan publik. Maka pasti ada suatu peristiwa yang mengubah saya. Entahlah saya tidak terlalu yakin sebenarnya, namun saya merasa bahwa penyebabnya adalah kakak saya sendiri. Ketika saya kecil dan saya tampil di depan publik, maka kakak saya justru berkali-kali mengatakan "Memangnya kamu tidak malu ya diliatin banyak orang?". Kata-kata itu selalu dilontarkan ketika saya akan tampil di depan publik. Menurut dokter itu, memang bisa saja hal itulah yang menjadi pemicunya. Meskipun tidak ada niat jahat dari kakak saya yang saat itu juga masih anak-anak, namun tanpa disadari hal itu memberikan semacam sugesti pada alam bawah sadar saya bahwa saya seharusnya malu untuk tampil di depan umum. Sugesti itu berkali-kali saya terima sehingga efeknya semakin menguat dan mengakibatkan saya seperti ini.

Yang sudah terjadi ya sudah, hal itu tidak dapat diubah. Namun yang sekarang harus dilakukan adalah bagaimana saya menanamkan kembali sugesti baru agar saya tidak malu lagi tampil di depan publik. Saya diajak memikirkan kembali apa yang sebenarnya saya takutkan. Saya diajak memikirkan apa yang membuat saya malu.
Dokter: Apakah penonton itu pernah mengolok-olok anda?
Saya: Sebenarnya tidak pernah ada orang yang mengolok-olok saya.
Dokter: Lalu mengapa takut untuk tampil di depan publik? Memangnya penonton itu mau menggigit anda?
Saya: Haha, tidak tentunya.
Dokter: Apakah anda memiliki perasaan takut gagal?
Saya: Hmm, sepertinya iya.
Dan rasa takut gagal inilah yang juga bisa meningkatkan phobia social yang saya alami. Memang benar saya ingin sekali bisa mempresentasikan sesuatu atau berbicara di depan umum tanpa sedikitpun melakukan kesalahan. Dan ketika saya ketakutan dan gemetaran, saya memandang bahwa saya telah melakukan kesalahan dan gagal.

Dokter itu berkata bahwa dalam hidup ini pasti semua orang pernah melakukan kesalahan. Memang tidak ada orang yang ingin berbuat kesalahan, namun kesalahan yang muncul itu sangat wajar dan terkadang tidak dapat diduga. Tidak perlu takut berlebihan bila berbuat salah. Orang lain pun juga begitu, pernah juga berbuat salah. Mereka tidak akan menghakimimu hanya karena kamu memiliki sedikit kesalahan.

Dan untuk menghilangkan phobia ini, sebenarnya kuncinya justru ada di dalam diri saya sendiri. Saya harus menghadapi ketakutan saya itu, dan ketika perasaan takut itu muncul, kembali tanyakan pada diri saya sendiri sebenarnya apa yang saya takutkan. Dan ketika selesai tampil di depan publik, coba rasakan bahwa kenyataannya saya bisa melalui itu karena memang nyatanya tampil di depan publik bukanlah suatu hal yang perlu ditakutkan. Ternyata presentasi itu tidak sebegitu menakutkan seperti apa yang saya cemaskan sebelumnya. Tidak ada orang yang mencaci, menghakimi, dan bahkan menggigit, haha. Coba merasakan ketika penonton bertepuk tangan setelah saya presentasi, itu artinya mereka begitu menghargai saya.

Ketika saya kuliah, saya disuruh ikut berbagai unit kegiatan, terserah unit apapun itu pokoknya suatu  bentuk organisasi, dan lebih sering untuk melakukan olahraga bersama dengan teman-teman karena hal itu mampu meningkatkan rasa percaya diri.

Sedikit demi sedikit, ketakutan saya mulai menghilang. Saya semakin percaya diri untuk tampil di depan publik. Saya kini mampu melakukan presentasi jauh lebih baik daripada sebelumnya. Sekarang saya lebih mudah mengenal seseorang yang baru saya temui. Kemarin, untuk pertama kalinya, saya melakukan interview di sebuah perusahaan, dan alhamdulillah saya dapat melalui interview itu dengan sangat lancar dan bahkan dengan perasaan yang amat senang.

Jadi kunci untuk menghilangkan phobia, adalah justru dengan berkali-kali menghadapi perasaan takut itu dan melawannya dengan pikiran-pikiran yang positif. Bila terus menghindar, maka perasaan takut itu justru akan semakin kuat. Namun dengan berkali-kali menghadapi ketakutan itu dan di dalam diri ada semangat yang besar untuk sembuh dari phobia itu, maka sedikit demi sedikit diri kita sendiri yang akan memberikan sugesti bahwa apa yang sangat ditakutkan selama ini ternyata tidak begitu menakutkan. Bahkan hal itu sebenarnya adalah hal yang menyenangkan. 

Karena itulah di televisi juga sering ditampilkan, misalnya ada orang yang phobia dengan jarum. Maka terapinya adalah justru dengan memperlihatkan jarum itu pada orang tersebut namun pertama pada jarak yang cukup jauh, pasti orang tersebut akan begitu ketakutan. Jarum itu ditutup kembali dengan kain, kemudian sang terapis akan memberikan pemikiran positif dan memberikan pemahaman baru. Setelah si pasien cukup tenang maka jarum itu diperlihatkan kembali dan jaraknya diperdekat. Tentu ia akan kembali gelisah dan ketakutan. Kemudian jarumnya ditutup lagi dan orang tersebut diberikan pemikiran-pemikiran positif lagi hingga ia cukup tenang. Kemudian jarum itu diperlihatkan kembali pada jarak yang lebih dekat lagi, dan begitu seterusnya hingga akhirnya jarum itu bisa ia pegang.

Sedikit info, awalnya saya merasa bahwa ketika saya terapi dengan dokter yang di Bandung itu saya tidak dihipnotis sama sekali karena saya tidak dibuat tidur. Setelah menonton acara Hitam Putih yang dibawakan Deddy Corbuzier, pernah ada satu terapi yang dilakukan pada Nycta Gina "Jeng Kelin" dimana ia sangat takut pada pocong. Semua orang mungkin memang takut dengan pocong karena pocong notabene adalah hantu, namun ketakutan yang dialami Nycta Gina terlalu berlebihan. Karena, meskipun pocongnya itu lucu, tetap saja Nycta Gina sangat ketakutan hingga ia melompat ke kursi penonton yang paling atas. Terapinya adalah dengan cara ia duduk di kursi, tanpa ditidurkan dan hanya diajak berbicara saja oleh si terapis. Dan sama seperti tadi, pocong itu berulang-ulang dimunculkan, dari jarak yang jauh hingga akhirnya hanya sekitar 1 meter dari Nycta Gina dan ia meskipun ia tetap merasa cemas namun ia tidak lari lagi, ia berhasil untuk tetap duduk dikursi itu. Nah, saya lupa ini hipnotis namanya apa. Konon katanya, Barrack Obama pun pernah melakukan terapi ini. Jadi, mungkin terapi inilah yang saya dapatkan ketika terapi dengan dokter yang ada di Bandung itu.

Btw, saya sama sekali tidak marah ataupun dendam dengan kakak saya. Justru saya sangat bersyukur  dan berterima kasih karena saya mendapat pelajaran yang begitu berharga dalam hidup ini. Dengan ini, suatu saat nanti, bila saya memiliki anak, maka akan saya jelaskan semua hal ini sebelum terlambat agar apa yang saya alami tidak dialami juga oleh mereka. Dan mungkin semua yang saya ceritakan ini juga bisa menjadi pelajaran bagi anda yang membacanya.
- Am I still cool now? -

Jumat, 25 Mei 2012

Inikah rasanya di "hipnotis" ?

Sudah sangat sering kita mendengar ada orang yang merasa kehilangan barang karena di "hipnotis". Beberapa pakar hipnoterapi sering kali tidak setuju dengan istilah itu karena yang para pelaku kejahatan lakukan bukanlah hipnotis yang sebenarnya. Karena, meski seseorang berada dalam kondisi terhipnotis, namun alam bawah sadar tetap memiliki proteksi apabila dirinya berada dalam kondisi bahaya, terancam, atau pun mengalami kerugian (misalnya dicuri) sehingga ia akan terbangun seketika untuk menghindari kondisi yang tidak menguntungkan itu.

Saya mengalami kejadian yang menurut saya sebenarnya hampir menjadi korban "hipnotis" dan akan saya jelaskan kronologinya nanti. Sebelumnya ada sedikit penjelasan yang saya tahu mengenai hipnotis.

Hipnotis perlu melalui beberapa tahap sehingga gelombang otak manusia dapat dominan aktif pada gelombang alpha atau theta. Disaat itulah sugesti-sugesti positif bisa dimasukkan pada diri seseorang.

Namun pada kasus kriminal, umumnya korban tidak mengalami fase ini, ia tetap sadar, namun berada dalam kondisi amat kebingungan sehingga alam sadarnya tidak sanggup menyadari bahwa ada niat buruk dari pelaku kejahatan tersebut. Karena itulah sebenarnya penggunaan kata hipnotis kerap kali salah interpretasinya. Karena itu pula pada beberapa bagian saya menggunakan tanda kutip ("hipnotis") karena sebenarnya tidak pas bila menggunakan kata itu. Kalau tidak salah, tim reportase investigasi dari Trans TV pernah menyediliki bagaimana pelaku melakukan aksinya. Pada umumnya yang menjadi korban adalah wanita karena wanita lebih mudah panik daripada pria sehingga lebih mudah dibuat bingung. Saat itu digambarkan ada seorang wanita yang sedang duduk di halte menunggu bis. Ia didatangi pelaku yang mengatakan ia sangat butuh untuk meminjam dompet wanita itu. Secara alami, tidak mungkin bukan bila ada orang tidak dikenal yang meminta barang milik kita begitu saja. Karena itu pelaku pura-pura menitipkan jam tangan sebagai jaminan. Dengan jaminan ini, wanita tersebut merasa "aman" karena sama-sama bertukar barang pribadi sehingga tidak ada penolakan. Beberapa saat kemudian pelaku naik angkot/bis dan pergi meninggalkan korban. Korban yang masih dalam kondisi panik dan bingung tidak menyadari hal itu. Biasanya, korban baru menyadari ketika ia telah menunggu lama si pelaku kembali untuk mengembalikan dompetnya dan mengambil jam tangan miliknya. Namun sayang, pelaku sudah tertawa girang meninggalkan korban. Toh jam tangan yang pelaku titipkan pada korban adalah jam tangan murahan yang ada di pasaran.

Nah, kejadian itu sepertinya baru saja menimpa saya. Bedanya, saya tidak berhasil diperdaya, haha.
Kemarin pagi, hari Kamis 24 Mei 2012 sekitar pukul 05.10 pagi, saya sedang duduk di stasiun Bandung. Saya duduk sambil menunggu sampai pukul 06.00 karena angkot yang akan saya tumpangi baru beroperasi sekitar pukul 6 tersebut. Kondisinya, hanya ada beberapa orang yang juga duduk disekitar saya namun pada jarak beberapa meter dari saya (mungkin sekitar 3-4 meter). Jadi bisa dibilang, saya duduk sendirian.

Mungkin memang menjadi kebiasaan saya, saat saya sedang sendirian, saya suka memperhatikan apapun yang ada disekeliling saya. Saya suka melihat lampu, mendengarkan suara yang ada, melihat lomotif yang lewat, apapun yang bisa saya lihat, saya dengar, dan saya rasa. Dan misalkan saat saya memperhatikan lampu, maka saya akan terdiam beberapa saat mengamati lampu itu. Saat saya mendengarkan suara sesuatu, saya juga kerap berdiam diri untuk fokus pada apa yang saya dengar. Yup, mungkin sekilas terlihat seperti orang melamun. Tapi sebenarnya pikiran saya tidak kosong pada saat seperti itu. Saat saya melihat lampu, saya mengingat-ingat kembali mengenai kuliah yang berkaitan dengan pencahayaan, memikirkan bagaimana penggunaan energinya, memikirkan kenyamanan dari lampu tersebut, warna lampu tersebut, jenis lampu tersebut, dan masih banyak lagi. Saat saya mendengar suara sesuatu, maka saya juga mengaitkannya dengan kuliah akustik, saya memikirkan kemampuan manusia untuk mengetahui arah suara, memikirkan berapa kira-kira besarnya tekanan suara yang dihasilkan, memikirkan gema dan gaung, memikirkan seberapa baik akustik di tempat itu, dan masih banyak lagi. Bahkan saat saya melihat lokomotif, saya memikirkan bagaimana mesin diesel bekerja, berapa daya yang dihasilkan mesin kereta itu, memikirkan aerodinamika dari bodi lokomotif, dll.

Terkadang memikirkan hal-hal seperti itu cukup menyita waktu sehingga saya tidak terlalu bete saat menunggu dan tentunya menyenangkan bagi saya mengetahui kejadian fisika apa saja yang terjadi dan bagaimana ilmu itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekitar pukul 05.20, tiba-tiba ada seorang bapak menghampiri saya. Dengan nada panik, si bapak itu tiba-tiba mengatakan "Bang, boleh pinjam hape sebentar?"

Saya tidak buru-buru memberikan hape saya karena saat itu pula kecurigaan saya sangat tinggi karena saya tidak mengenal bapak itu. Bapak itu terlihat cukup mapan, dengan jaket kulit hitam, dengan tangan memegang tas belanja kecil. Mengapa ia ingin meminjam hape saya?

  • Kemungkinan pertama : Ia tidak punya pulsa dan butuh sekali untuk menelpon seseorang karena dalam kondisi genting
  • Kemungkinan kedua : Hape miliknya hilang dan ia ingin menelpon hapenya agar berdering. Siapa tahu keselip dimana gitu
Tapi saat itu saya berpikir, untuk kemungkinan pertama, masa iya orang seperti itu tidak punya uang sama sekali untuk membeli pulsa? Kan bisa beli pulsa 5 ribu atau 10 ribu di Indomaret deket situ. Kalaupun tidak ada uang di dompet, ATM juga banyak.
Maka yang tersisa adalah kemungkinan kedua.

Eits, tapi saya juga sebenernya curiga kalau dia adalah pelaku kejahatan. Maka saya coba jebak terlebih dahulu. Saya bilang, "Maaf, hape saya enggak ada pulsanya". Jika ia benar-benar membutuhkan saat itu juga untuk menelpon, tentunya ia mungkin akan meminjam hape orang lain yang duduk beberapa meter dari saya. Bila ia sudah berusaha mati-matian sana-sini, mungkin saya akan datangi bapak itu sambil menawarkan hape saya untuk menelpon/sms.

Coba tebak apa yang terjadi?
Si bapak itu berkata "Enggak apa-apa, sini saya pinjam dulu aja hapenya sebentar"
What the .....
Kalau hape saya enggak ada pulsanya, lalu bapak itu kenapa tetap berusaha meminjam hape saya?

  • Opsi pertama : Si bapak enggak pernah megang hape touchscreen (nokia 5800). Padahal masih touchcreen tipe resistif dengan tampilan yang tidak responsif.
  • Opsi kedua : Si bapak gamer sejati, pengen nyobain game yang ada dihape saya (cuma ada game bounce, pemilik hape nokia pasti tahu)
  • Opsi ketiga : Pengen minjem hape saya buat narsis-narsisan bak remaja
  • Opsi keempat : Pengen minta lagu-lagu yang ada dihape saya, berharap ada lagu Iwak Peyek
  • Opsi kelima : Pengen minta video skandal pejabat DPR, berharap saya memiliki video itu.
Sayangnya, peluang kelima opsi tersebut tampaknya tidak mungkin. Jadi saya menyimpulkan si bapak itu mencoba membuat saya panik, lalu meminjam hape saya, dan bila saya memberikan hape saya, ia akan pergi membawa pergi hape saya dengan berbagai cara/alasan. Dan bahkan misalkan saya memberikan hape saya, lalu tiba-tiba si bapak pakai jurus langkah seribu bayangan, saya tidak mungkin bisa mengejar karena barang-barang bawaan saya banyak, berat, dan cukup repot bila harus dibawa sambil sprint ataupun jogging dipagi hari.

Jadi saya katakan "Tidak boleh pinjam hape saya"

Eh si bapak masih berusaha lagi untuk meminjam hape saya, bahkan sekarang dengan nada lebih keras dan cenderung marah. Ya sudah saya diamkan saja. Anehnya, si bapak kemudian justru ngeloyor pergi entah kemana. Kalau memang dia butuh sekali, mengapa ia tidak berusaha meminjam orang lain di sekitar saya?

Setelah saya perhatikan, kembali ke awal tadi. Saat itu saya bisa dibilang duduk sendiri. Dan saya mungkin terlihat seperti orang bengong. Jadi tentu saya sudah menjadi kandidat yang ideal sebagai korban aksi kejahatan "hipnotis". Alhamdulillah Allah melindungi saya.

Hati-hati gan, di Stasiun Bandung saya juga pernah hampir kena tipu, mungkin kapan-kapan saya ceritakan kalau ada request, haha..

Tahukah anda?
Batin bawah sadar memiliki cara yang berbeda dalam menanggapi pertanyaan. Batin bawah sadar itu lugu, ia benar-benar mengartikan kata per kata dengan seksama.
Misalkan ada seseorang bernama Budi, ia dalam kondisi sadar, ketika saya bertanya pada Budi, "Boleh saya tahu nama anda?"
Budi akan menjawab : "Budi"
Namun saat Budi dalam kondisi terhipnotis dimana batin bawah sadarnya lebih mendominasi, maka saat saya mengajukan pertanyaan yang sama, ia akan menjawab: "Boleh" atau "Tidak"
Sering kali ada kejadian dimana seorang anak mendapat nilai jelek, lalu orang tua memarahinya dan berulang kali mengatakan, "dasar bodoh!". Kata-kata itu bisa tertanam di alam bawah sadar dan justru menghambat anak tersebut untuk menjadi pintar. Padahal orang tua itu memarahi justru karena tidak ingin anaknya bodoh, tidak berniat menanamkan sugesti "dasar bodoh", namun penggunaan kata yang tidak tepat dapat menjadi malapetaka bagi seseorang. Sebaiknya gunakan kata-kata yang positif misalkan "Belajarlah lebih tekun lagi!"

- Penasaran pengen dihipnotis beneran ama hipnoterapis -

Kamis, 10 Mei 2012

Ketika harus memilih

Dalam hidup, kita akan diharuskan untuk memilih berbagai macam pilihan. Semakin dewasa, semakin banyak punya pilihan yang harus dipikirkan baik-baik terlebih dahulu sebelum memilih. Kalimat-kalimat tadi hanyalah narasi saja, haha..

Kita tahu, akhir-akhir ini banyak sekali kompetisi yang berbasiskan voting. Kita ambil saja contohnya yaitu ajang pencarian bakat yang ada di televisi. Umumnya, hampir semuanya yang menentukan menang atau kalahnya mereka adalah berdasarkan perolehan sms/telpon sebagai bentuk vote dari masyarakat. Namun tidak jarang, yang menjadi finalis utama justru bukan orang yang terbaik dari seluruh kontestan. Bahkan sering ditampilkan latar belakang mereka yang mungkin beberapa diantara mereka adalah orang kurang mampu. Alhasil, vote pun diberikan bukan lagi karena ia yang terbaik, namun karena rasa belas kasihan. Terkadang penonton juga mengirimkan vote karena sang kontestan berasal dari daerahnya. Katakalah misalnya ada penonton di kota X, lalu ia mengirim banyak sms untuk memberi vote pada kontestan yang juga berasal dari  kota X karena merasa bangga ada orang dari kota X yang bisa menjadi salah satu finalis. Yup, lagi-lagi bukan karena kualitasnya yang memang terbaik, namun lebih cenderung gengsi karena berasal dari kota/daerah yang sama. Bahkan ada bupati yang sampai membela matian-matian finalis dari kotanya dan sampai menghimbau warganya untuk mengirimkan vote pada orang dari kotanya itu. Kenapa ya tidak pernah ada bupati dari daerah X namun membela mati-matian kontestan dari kota Z ?



Ada juga kompetisi jenis baru dimana biasanya beredar di facebook. Untuk memenangkannya, kontestan harus memiliki jumlah "jempol" terbanyak. Alhasil, saya sering mendapat chat dan meminta untuk memberi "like" tanpa saya tahu lomba apa itu, siapa kontestan lainnya, dan kemungkinan kontestan lain yang justru jauh lebih baik.



Dulu saya sempat asal beri "jempol" saja, toh saya tidak rugi. Tapi setelah dipikir-pikir, rasanya tidak adil, karena yang memenangkan kompetisi tersebut mungkin bukan yang terbaik, namun hanya karena ia memiliki banyak teman/saudara saja.

Contoh lain, sempat heboh dimana rakyat Indonesia beramai-ramai memberi vote komodo sebagai salah satu keajaiban dunia. Saya memang setuju komodo bila dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia. Tapi apakah hal-hal selain komodo itu tidak layak dinobatkan sebagai keajaiban dunia? Apakah orang yang memberi vote untuk komodo telah mempelajari benar-benar finalis "keajaiban dunia" lainnya? Apakah benar komodo itu jauh lebih spesial dibandingkan yang lain sehingga kita layak memberi vote untuknya?
Yup, dengan berbagai alasan misalkan karena kita harus melestarikan komodo dan inilah salah satu upaya untuk melestarikannya. Atau karena ingin mengangkat nama Indonesia. Dan masih banyak lagi berbagai alasan yang positif memang.

Tapi cobalah sejenak berpikir, seandainya komodo itu ada di Malaysia, apakah si pemberi vote komodo tersebut akan tetap memberi vote-nya untuk komodo? Misalkan ada 2 finalis, komodo (misalkan komodo ada di Malaysia) dan odong-odong (misalkan milik Indonesia). Entah kenapa saya yakin orang Indonesia akan heboh mati-matian untuk meminta vote untuk odong-odong dengan berbagai alasan, mungkin karena odong-odong adalah mainan khas Indonesia. Atau odong-odong telah membantu membuat dapur mengepul bagi sebagian orang Indonesia, dan berbagai alasan positif lainnya.

Namun kembali lagi ke masalah tadi. Apakah kita memberi vote karena memang memiliki kualitas terbaik, atau hanya ego saja?

Sepele?

Ternyata tidak juga. Artinya kita sudah mulai tidak memperhitungkan kualitas (objektif), namun justru cenderung karena adanya hubungan kerabat/kepentingan tertentu/kesamaan tertentu (subjektif). Akibatnya?

Jangan cuma bisa marah-marah kalau ada pejabat korup.
Justru masalahnya, kenapa bisa orang kotor seperti itu menjadi pejabat?
Ya itu tadi, salah satu faktornya karena rakyat indonesia sudah tidak peduli pada kualitas. Bisa jadi memilih si pejabat karena ia bagi-bagi duit dengan warga sekitar. Bisa jadi karena si pejabat adalah rekan dekat/rekan bisnis. Bisa jadi si pejabat adalah orang yang dijagokan oleh partai yang diikutinya. Dan masih banyak lagi faktor subjektif lainnya yang mengesampingkan kualitas dari orang itu sendiri.

Bukti lain?

Tengok saja DPR. Saya rasa, sepertinya tiap rapat, seluruh anggota fraksi dari suatu partai bisa memiliki satu suara yang sama. Katakanlah partai A setuju harga BBM naik, maka semua anggota fraksi A akan mengatakan hal serupa. Bila partai B menolak kenaikan BBM, maka semua anggota fraksi B akan bersuara yang sama. Apalagi bila partai oposisi, selalu berpendapat berbeda. Masa iya sih, semua orang dalam partai yang sama bisa memiliki pendapat yang sama?

Padahal keputusan mereka akan menentukan masa depan rakyat Indonesia.

Mungkin ini salah satu faktor yang menurunkan rasa kepuasan dan kepercayaan rakyat pada anggota DPR.
Memang sempat saya menyaksikan, ada 1 orang dari sebuah partai yang berbeda pendapat dengan rekan-rekan 1 partainya. Tapi justru itu yang saya harapkan. Kadang saya berpikir, mungkinkan DPR justru tidak berisi orang-orang partai? Sehingga tiap suara yang muncul mungkin tidak lagi terpengaruh kepentingan politik. Jika orang-orang DPR benar-benar dipilih oleh rakyat karena kualitasnya, insya Allah saat ia duduk di gedung DPR, ia akan benar-benar memperjuangkan rakyat dengan hati tanpa ada niatan tertentu.

Ah, saya memang tidak mengerti banyak mengenai politik. Saya hanya berharap suatu saat nanti pejabat adalah orang-orang yang siap hidup susah untuk rakyatnya. Orang yang siap hidup seadanya demi melihat orang lain hidup lebih baik.

Mana ada orang yang seperti itu?
Entahlah, tapi yang saya tahu, pernah ada manusia yang mau hidup seperti itu. Nabi Muhammad SAW mengalami berbagai ujian hidup yang begitu sulit dan berat, semua demi dakwah pada umatnya. Pernahkan beliau merasa sedih pada takdirnya sebagai rasul?

Orang bisa merasa bahagia dalam kondisi sesulit apapun bila ia memiliki keikhlasan yang luar biasa.

Kembali ke topik, jadi untuk saya sendiri, mulai saat ini saya hanya akan memberi vote / "jempol" hanya untuk mereka yang pantas diberi "jempol". Dan saya sangat suka acara "Masterchef" yang pernah diadakan oleh stasiun televisi RCTI karena sang pemenang adalah orang-orang yang memang layak bagi para juri yang kredibel. Setahu saya, baru acara itu saja yang paling objektif karena sama sekali tidak melibatkan sms voting dari penonton. Bravo !!!
.: Jangan beri saya "jempol" bila memang tak layak diberi "jempol" :.

Selasa, 08 Mei 2012

[Movie] Changeling (2008)

My Rating : 7.5
Genre: Drama, Thriller, Mystery
Summary:
Christine Collins adalah seorang ibu (single parent) dan memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Walter. Pada suatu hari, ketika Christine pulang bekerja, anaknya tiba-tiba menghilang dari rumah. Ia segera meminta bantuan polisi untuk menemukan anaknya. Ketika itu, reputasi kepolisian sedang sangat buruk karena terkenal korupsi dan semena-mena. Kepolisian akhirnya mengumumkan bahwa ia berhasil menemukan anak Christine dan mempertemukan mereka. Namun Christine menemukan bahwa anak itu bukan anak kandungnya. Ia mengadukan kepada kepolisian bahwa mereka telah salah orang namun ia justru dianggap gila dan dengan berbagai cara pihak kepolisian berusaha meyakinkan Christine bahwa anak tersebut adalah anak kandungnya. Disisi lain, terdapat penculikan anak-anak oleh penjahat dan dibantai satu per satu secara sadis. Walter disinyalir menjadi salah satu korban penculikan oleh penjahat keji tersebut. Bagaimanakah upaya yang dilakukan Christine untuk bertemu dengan anak kandungnya?
My Comment:
Hal pertama yang membuat saya sangat tertarik dengan film ini adalah karena film ini berdasarkan kisah nyata. Sungguh tidak terbayang cerita seperti ini pernah benar-benar terjadi.  Film ini mengisahkan begitu sayangnya seorang ibu kepada anaknya dan melakukan apapun yang dapat dilakukan untuk menemukan anaknya meskipun begitu besar rintangan yang harus dihadapi. Jalan cerita yang sulit ditebak semakin membuat penasaran untuk terus menyaksikannya.
MPAA:
Rated R for some violent and disturbing content, and language.

Sabtu, 05 Mei 2012

[Movie] Best of Times (2009)

My Rating : 7
Genre : Comedy, Romance
Summary:
Keng dan Ohm adalah sahabat karib. Saat SMA, Keng membuat sebuah lagu bersama Ohm untuk orang yang ia sukai yang bernama Fai. Namun ternyata, Fai tidak lain adalah kekasih Ohm. Ia pun memilih untuk mundur karena bagaimanapun juga Ohm adalah teman karibnya. Beberapa tahun berlalu, suatu hari Fai datang ke klinik hewan tempat Keng bekerja untuk mengobati seekor anjing yang kakinya terluka. Fai mungkin tidak terlalu mengerti tentang Keng, namun Keng mengerti betul yang ada dihadapannya adalah cinta pertamanya. Fai saat ini memang sudah cerai dengan Ohm, namun sulit bagi Fai untuk melupakan Ohm dan masih berharap Ohm dapat kembali padanya. Akankah Fai menyadari bahwa Keng masih begitu menyukai dirinya hingga saat ini?
My Comment:
Menurut saya film ini cukup menarik untuk disaksikan hingga usai. Menceritakan mengenai cinta pertama, sulitnya untuk melupakan cinta pertama, namun pada titik tertentu mungkin memang harus belajar untuk melupakan cinta pertama.
Awards:
- Thai official submission for Best Foreign Film Academy Awards 2010

- Winner - Best Picture, Best Director, Best Screenplay - Star Entertainment Awards

- Winner - Best Supporting Actor, Best Supporting Actress - Star Entertainment Awards

- Winner - Best Supporting Actor - Suphananongsa Awards

Kamis, 03 Mei 2012

[Movie] A Better Life (2011)

My Rating : 7.5
Genre : Drama
Summary:
Carlos Galindo adalah seorang ayah pantang menyerah yang terus berusaha mencari nafkah. Ia hidup bersama anak laki-lakinya yang bernama Luis. Mulanya, Luis merasa kesal karena ayahnya tidak bisa memberikan sesuatu yang berarti pada dirinya. Hingga suatu hari, Carlos Galindo membeli sebuah mobil milik temannya. Hal yang tidak terduga pun terjadi dan membuat keadaan menjadi semakin buruk dan berbuntut panjang. Bagaimanakah mereka menjalani kerasnya hidup? 
My Comment :
Film yang cukup singkat ( hanya sekitar 1,5 jam) namun memberikan banyak hal yang dapat dipetik sebagai pelajaran hidup. Perasaan benci dan kasihan bercampur aduk ketika saya melihat salah satu adegan puncak permasalahan. Dan disini kita diajak melihat dari sisi lain dari orang-orang yang melanggar hukum. Dan percayakah anda, setelah anda menyaksikan film ini entah mengapa anda akan merasa orang tersebut tidak bersalah meskipun jelas-jelas ia melanggar hukum.

Jumat, 27 April 2012

Video Piknik SMA ke Bali

Atas permintaan teman saya M. Dina dan Mudafiul, saya telah meng-upload video piknik sewaktu SMA. File video tersebut saya pecah menjadi 26 file. Ada 25 file dengan ukuran 25 MB dan 1 file berukuran 4,4 MB. 
Bisa di download sini:
Disitu akan muncul beberapa file yang bisa anda klik untuk men-download-nya.

Silahkan download terlebih dahulu semua file tersebut (dibelakang nama file ada nomornya kok, misalnya .001, .002, .003, s/d .026). Setelah mendownload semua file, taruh file-file tersebut dalam 1 folder yang sama. Misalnya buat saja folder baru di desktop dengan nama PIKNIK. Kemudian letakkan semua file dalam folder PIKNIK tersebut.

File-file tersebut belum bisa dijalankan. Anda harus menyatukan semua file-file itu menjadi 1 file yang utuh dengan menggunaka aplikasi HJsplit. Aplikasinya bisa di download di sini :
Download HJsplit <-- KLIK (342.5 KB)

Cara menyatukan file menggunakan HJsplit :

1. Klik dua kali pada software HJsplit yang telah anda download. Jika anda menggunakan antivirus Avast terbaru, mungkin akan muncul peringatan bahwa aplikasi ini mencurigakan. Tapi tenang saja, insya Allah aplikasi ini bukan spyware, jadi pilih "Open Normally" dan kemudian klik OK.


2. Maka akan muncul tampilan seperti ini:
Klik pada pilihan "Join"

3. Kemudian akan muncul tampilan seperti ini:
- Klik pada "Input File", lalu cari file video yang telah anda download pada folder PIKNIK di desktop, pilih file video dengan nama file "Piknik SMA Di Bali.DAT.001". Cukup file itu saja dan klik "open", file yang lain tidak perlu dipilih karena nanti secara otomatis aplikasi ini akan menggabungkan file dengan nama yang sama sesuai urutan nomor dibagian akhirnya.
- Secara default, file gabungan tadi akan dihasilkan di folder yang sama (Pada contoh ini, maka file gabungan tersebut akan dihasilkan di folder PIKNIK juga). Namun bila anda ingin file gabungan tersebut disatukan di folder yang lain, maka anda tinggal klik "Output" dan pilih pada folder mana anda ingin meletakkan file gabungan tersebut. (Saran saya, tidak usah diubah, nanti malah anda bingung sendiri, haha)
- Kemudian klik START dan tunggu hingga prosesnya selesai. (Disarankan sambil baca doa biar prosesnya lancar)


4. Silahkan buka folder PIKNIK, anda akan menemukan satu file video yang utuh berukuran sekitar 644 MB dan bisa diputar dengan aplikasi multimedia pada komputer anda.

Bila video tersebut bisa dijalankan tanpa ada masalah, maka anda dapat menghapus 26 file-file pecahan yang anda download tadi agar tidak bikin penuh harddisk anda.

Kamis, 19 April 2012

Memperpanjang STNK (5 Tahunan)

Saya ingin menceritakan mengenai apa saja tahap yang saya lalui ketika memperpanjang STNK. Ini baru pertama kalinya bagi saya memperpanjang STNK sendiri (Biasanya yang ngurus bapak saya). STNK sepeda motor saya habis pada 9 April 2012 dan saya harus perbarui plat nomornya karena di plat motor saya tertulis masa berlakunya "04.2012". Sepeda motor ada di Bandung, karena itu saya meminta bantuan cek fisik di Samsat Pusat Bandung yang berada di jalan Soekarno-Hatta pada tanggal 5 April 2012. Disana, saya sama sekali tidak dipungut biaya sedikitpun hingga semua prosesnya selesai (paling hanya bayar Rp1000 sama tukang parkir). Kira-kira hanya memakan waktu 40 menit.
"Jadi, bila kendaraan berada diluar kota, maka cek fisik kendaraan dapat dilakukan di Samsat mana saja."
Untuk cek fisik memang bisa dilakukan di Samsat mana saja, namun untuk mengurus STNKnya tetap saja masih harus di Samsat tempat asal kendaraan tersebut. Artinya, saya harus mengurus perpanjangan STNK di Slawi (Tegal), namun cek fisik bisa dilakukan di Samsat mana saja.

Tanggal 9 April 2012, saya pergi ke Samsat Slawi. Yang harus saya lakukan adalah memfotokopi buku BPKB dan KTP. Setelah itu semua berkas yang dibutuhkan dimasukkan ke dalam map merah (Map merah untuk sepeda motor sedangkan map biru untuk mobil). Kemudian saya disuruh legalisir cek fisik terlebih dahulu. Dibagian legalisir itu, saya dikenai biaya Rp25.000,00. Saya mencoba bertanya, ini biaya untuk apa, kemudian pak polisi menjawab "Ini uang untuk legalisir cek fisik". Namun setelah pembayaran dilakukan, tidak ada semacam kuitansi yang diberikan pada saya sebagai tanda saya sudah membayar uang legalisir dan untuk apa saya membayar uang tersebut.

Kemudian saya ke loket pengambilan formulir. Setelah formulir saya dapatkan, saya ke loket pendaftaran. Di loket pendaftaran saya kembali dipungut biaya Rp10.000,00, kata pak polisi itu untuk duplikat. Saya kurang mengerti duplikat apa yang dimaksud. Karena antrean ramai sekali, saya tidak enak bila menanyakan lebih jauh mengenai duplikat yang dimaksud. Lagi-lagi saya tidak mendapatkan semacam kuitansi yang membuktikan bahwa saya telah membayar dan untuk apa saya membayar. Kemudian saya diberi nomor antrean untuk membayar di loket pembayaran.

Setelah nomor saya dipanggil, saya menuju ke loket pembayaran untuk membayarkan biaya yang rinciannya ada pada STNK. Pada rincian, saya harus membayar Rp269.500,00. Saya membayar Rp270.000,00, namun saya tidak diberi kembalian Rp500,00. Kecil memang, namun bila ada ratusan orang tiap hari seperti saya yang tidak diberi kembalian, katakanlah misalnya ada 200 orang, maka ada 200 x Rp500,00 = Rp1.000.000,00 yang masuk ke Samsat. Wow...
Saya sering kesal, kalau ke supermarket, saya mendapatkan kembalian Rp500,00 dalam bentuk permen. Saya selalu mengatakan, kalau begitu saya akan kumpulkan permennya dan suatu saat akan saya tukar ke bentuk uang di supermarket itu tapi pihak supermarket selalu tidak mau. TAPI, setidaknya ada sih upaya untuk memberikan kembalian. Tapi kalau di Samsat Slawi malah tidak diberi kembalian sama sekali.

Kemudian saya kembali mengantri untuk mendapatkan plat nomer dan STNKnya. Saat nomor saya dipanggil, saya menuju ke loket pengambilan. Disitu saya kembali dipungut biaya Rp10.000, katanya untuk biaya pembuatan plat nomor. Tidak ada kuitansi yang saya terima sebagai bukti saya sudah membayar dan untuk apa saya membayar.

Selesai sudah semua proses. Kira-kira memakan waktu 1 jam.
Saran saya sebaiknya urus perpanjangan STNK sendiri karena waktu 1 jam tidak terlalu lama sebenarnya.
Jangan lewat CALO!

Jujur saja, bukan maksud saya menuduh adanya pungli dari semua proses yang dilakukan. Namun faktanya, di Indonesia memang kerap terjadi praktik pungli. Saya memang tidak mengerti betul, apakah biaya-biaya yang saya bayarkan tersebut memang resmi secara undang-undang atau tidak (maksudnya adalah biaya yang saya bayarkan diluar loket pembayaran).

Mengapa saya merasa aneh? Justru saat itu pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah :
"Mengapa semua biaya yang harus saya bayarkan tidak dijadikan satu saja di loket pembayaran?"
dan pertanyaan berikutnya adalah:
"Mengapa biaya-biaya tersebut tidak ada sama sekali kuitansinya dan rinciannya untuk apa saya membayar uang tersebut?"
Padahal bila kita parkir kendaraan saja seharusnya kita diberi karcis yang tertera biaya parkir dan ada nomor serinya untuk mencegah pemalsuan karcis parkir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saya mencoba mencari situs resmi Samsat di google, namun ternyata tidak ada.
(saya tadinya berharap ada samsat.gov.id atau samsat.co.id)
Atau mungkin karena samsat itu sifatnya lokal ya, jadi tidak ada situs website samsat nasional, hehe...
I don't know..
Saya ingin bertanya langsung untuk mengklarifikasi biaya-biaya yang harus saya bayarkan tadi untuk memastikan itu bukan pungli.

Sampai sekarang saya masih bingung harus bertanya pada siapa, ada yang bisa bantu???

Saya juga tidak tahu, apakah hal-hal yang saya ceritakan itu juga terjadi di Samsat lain.

- Indonesia Bebas Korupsi -

[Movie] Win Win (2011)

My Rating : 8
Genre : Drama, Sport
Summary:
Mike Flaherty adalah seorang pengacara dan juga pelatih dari sebuah tim gulat. Ia cukup frustasi dengan hidupnya yang berat karena ia harus memikirkan banyak hal terutama kondisi keuangan keluarganya yang kurang baik. Suatu ketika, ada kliennya yang bernama Leo Poplar yang harus menjalani persidangan untuk memutuskan apakah tuan Poplar harus diurus negara atau tidak karena ia telah berusia lanjut dan anak perempuan dari tuan Poplar sudah 20 tahun lebih tidak pernah bertemu bahkan mengurusnya. Pengadilan sebenarnya memutuskan tuan Poplar untuk diurus oleh negara, namun Mike mengajukan diri sebagai wali tuan Poplar yang akan mengurus tuan Poplar. Kenyataannya, Mike sebenarnya hanya mengincar uang tunjangan tuan Poplar sebesar $1.508 / bulan. Dan tuan Poplar sendiri justru dimasukan ke panti jompo oleh Mike agar ia tidak perlu repot mengurusnya. Suatu hari, ada seorang anak laki-laki yang bernama Kyle, mengaku cucu dari tuan Poplar. Kyle tidak dapat kembali pada ibunya karena ibunya bahkan tidak peduli padanya. Hingga akhirnya Mike memutuskan untuk memperbolehkan Kyle tinggal bersama keluarganya karena bagaimana pun ia adalah cucu dari tuan Poplar. Suatu ketika, Mike akhirnya mengetahui bahwa Kyle adalah atlet gulat yang sangat berbakat dan memasukkan Kyle ke tim gulat yang diasuhnya. Kyle membuat tim gulat tersebut menjadi berjaya dan membuat teman-temannya menjadi termotivasi untuk menjadi lebih baik seperti halnya Kyle. Kemudian Ibu dari Kyle datang, ia berkata ingin mengasuh Kyle dan Poplar, namun Mike curiga ia hanya mengincar uangnya saja. Dan ternyata memang terbukti bahwa ibu dari Kyle itu memang hanya membutuhkan uangnya saja dan sebenarnya tidak peduli dengan Kyle dan Poplar. Pada akhirnya, Kyle juga mengerti bahwa Mike sebenarnya juga mengincar uang tunjangan kakeknya. Ia begitu membenci Mike karena ternyata semua orang hanya mengincar uang seperti ibunya. Bagaimana kelanjutannya?
My Comment:
Saat saya melihat karakter ibu Kyle, memang begitu menyebalkan ketika ada seseorang yang hanya peduli dengan dirinya sendiri, hanya mengincar uang semata. Namun disisi lain, sebenarnya hal itu tidak jauh berbeda dengan Mike. Disinilah terjadi konflik batin dalam diri Mike karena ia sendiri sebenarnya mengakui bahwa dirinya sangat jahat pada tuan Poplar. Ada pelajaran hidup yang sangat penting yang dapat dipetik setelah menonton film ini.
Award:
National Board of Review, USA
YearResultAwardCategory/Recipient(s)
2011WonNBR AwardTop Ten Independent Films

Rabu, 18 April 2012

[Movies] Battleship (2012)

My Rating : 7
Genre : Sci-Fi, Action, Thriller
Summary:
Dikisahkan manusia telah berhasil menemukan planet yang mendukung adanya kehidupan seperti bumi. Mereka berusaha memberikan sinyal komunikasi ke arah planet tersebut dengan menggunakan sebuah satelit penguat sinyal yang mampu melipatgandakan kekuatan sinyal yang dikirim dari bumi tepat ke arah planet tersebut. Beberapa tahun kemudian, bumi didatangi 5 objek aneh dari luar angkasa. Rupanya mereka datang karena mengetahui keberadaan manusia di bumi setelah beberapa tahun sebelumnya mendapatkan sinyal dari bumi tersebut. Akan tetapi, salah satu alat komunikasi mereka menabrak satelit di bumi sehingga hancur berantakan dan tidak dapat dipergunakan. Karena mereka juga butuh berkomunikasi dengan sesamanya di planet asal mereka, mereka berusaha mengirimkan sinyal ke planet asal mereka dengan memanfaatkan stasiun tranmisi yang ada dibumi untuk berkomunikasi. Disamping itu, ada semacam benda bulat yang berputar dengan kecepatan tinggi yang memporak-porandakan kota. Mereka menghancurkan segala macam kendaraan perang dan infrastruktur yang mereka anggap berpotensi mengancam keselamatan mereka. Bagaimanakah nasib umat manusia dengan ulah alien-alien tersebut?
My Comment :
Film dengan jalan cerita yang dapat diprediksi. Cukup banyak keganjilan yang ada. Contohnya saja, pesawat tempur alien yang demikian canggihnya namun hanya memiliki senjata yang tidak terlalu canggih, hanya seperti mortar yang dilempar ke udara dan meledak saat mengenai sasaran. Memangnya ga punya peluru kendalinya ya? Kasian amat itu alien. haha.. Dan benda bulat penghancur yang justru tiba-tiba lenyap disaat pihak alien terpojok.
 Namun, film ini memiliki animasi yang baik sehingga cukup menghibur untuk ditonton. 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes